Petani Naik Kelas dengan Program Petani Sayur Jekalesa

JEMBER – Harga hasil panen yang tidak stabil adalah salah satu tantangan dunia pertanian hari ini. Ketidakmampuan petani untuk mengolah hasil panen hingga menjadi produk turunan menjadi penyebabnya. Sedangkan pabrik selaku instrumen yang memproduksi dari bahan mentah hingga menjadi barang jadi, belum sepenuhnya membeli langsung dari petani.

Kondisi ini lah yang membuat Nurul Rachmawati tergerak untuk memperbaiki kesejahteraan para petani. Melalui program ‘Petani Sayur Jekalesa’, Nurul mengupayakan harga jual hasil panen yang lebih tinggi bagi para petani, melalui Koperasi Produsen Jasmine Maju Sejahtera.

Nurul rutin terjun langsung ke sawah, menyambangi para petani binaannya, memastikan kualitas produksi pertanian sesuai kriteria pasar.

“Kali ini saya berkunjung ke sawah milik Pak Fadli, petani binaan Jekalesa, beliau menanam tomat. Hari ini usia tanamannya sudah 30 hari, insyaallah 15 hari lagi bisa panen, nanti kita proses menjadi barang siap jual melalui Koperasi Produsen Jasmine Maju Sejahtera,” ujar Nurul, Selasa 16 Juni 2026.

Nurul membeberkan manfaat utama bergabung menjadi petani binaan Jekalesa, yakni petani dapat mengakses pasar yang lebih besar.

“Koperasi adalah jembatannya untuk mengakses pasar yang lebih besar, pasar dengan harga yang lebih tinggi, tentu ada kriteria yang diinginkan konsumen akhir (end user) maka kita organisir melalui program Petani Sayur Jekalesa ini,” lanjut Nurul.

Nurul menyebut beberapa pasar yang potensial untuk produk sayuran, di antaranya toko ritel modern, restoran, dan hotel.

“Mari bergabung program Petani Sayur Jekalesa,” ajak Nurul kepada kaum petani.