Kunjungan ke Kelompok Peternak Ikan Jekalesa di Dawuhan Mangli

Jember – Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan dan ekonomi terus dilakukan di Kecamatan Sukowono. Kali ini, Nurul Rachmawati MS membagikan bibit ikan lele kepada Kelompok Peternak Ikan Jekalesa di Desa Dawuhan Mangli sebagai langkah awal pengembangan budidaya lele bioflok berbasis komunitas masyarakat desa.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga dan kelompok peternak yang selama ini mulai mengembangkan budidaya ikan air tawar sebagai peluang usaha produktif masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada budidaya ikan lele, tetapi juga diarahkan hingga tahap pengolahan hasil panen dan pemasaran produk secara berkelanjutan.

Dalam sistem budidayanya, kelompok peternak akan menggunakan metode bioflok, yaitu teknik budidaya ikan lele modern yang dinilai lebih efisien dalam penggunaan air, lebih ramah lingkungan, serta mampu menghasilkan pertumbuhan ikan yang lebih optimal. Bibit lele yang dibagikan nantinya dipelihara secara bertahap oleh kelompok masyarakat dengan pendampingan mulai dari proses penebaran, perawatan, pemberian pakan, hingga masa panen.

Jika proses pemeliharaan berjalan baik, ikan lele diperkirakan dapat dipanen dalam waktu sekitar 2,5 hingga 3 bulan. Hasil panen tersebut nantinya tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar, tetapi juga akan dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah.

Nurul Rachmawati menjelaskan bahwa hasil panen lele akan diolah menjadi produk makanan seperti kripik tulang ikan dan filet lele krispi yang nantinya dipasarkan melalui jaringan Koperasi Produsen Jasmine Maju Sejahtera.

“Kami ingin program ini tidak berhenti di budidaya saja. Hasil panennya nanti akan dikembangkan menjadi produk olahan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan bisa membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain produk olahan, masyarakat juga nantinya dapat membeli langsung ikan lele bioflok dengan harga terjangkau dari kelompok peternak di Desa Dawuhan Mangli. Hal ini diharapkan mampu membantu masyarakat mendapatkan sumber pangan protein dengan harga yang lebih mudah dijangkau.

Untuk memperluas pemasaran, produk hasil panen dan olahan lele tersebut juga akan dipasarkan secara online melalui website resmi koperasi serta media sosial yang dikelola bersama Koperasi Produsen Jasmine Maju Sejahtera. Langkah ini dilakukan agar produk masyarakat desa dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus mengikuti perkembangan pemasaran digital.

“Sekarang masyarakat desa juga harus mulai masuk ke pemasaran digital. Harapannya produk-produk hasil budidaya warga bisa dikenal lebih luas dan memiliki pasar yang lebih besar,” tambah Nurul Rachmawati.

Program Kelompok Peternak Ikan Jekalesa ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi, mulai dari budidaya, pengolahan hasil panen, hingga pemasaran produk secara modern dan berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa melalui usaha produktif berbasis komunitas. (timms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *