Pelayanan publik yang baik bukan hanya soal membangun fasilitas, tetapi juga memastikan masyarakat bisa menjangkau fasilitas itu. Dalam urusan kesehatan, ukuran keberhasilan bukan semata banyaknya rumah sakit atau puskesmas, melainkan seberapa cepat negara hadir ketika warganya membutuhkan pertolongan.
Karena itu, peluncuran layanan Home Care oleh Pemerintah Kabupaten Jember menjadi langkah yang patut diapresiasi. Setelah menghadirkan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, kini Pemerintah Kabupaten Jember kembali memperluas akses layanan kesehatan door to door. Home Care menerapkan konsep layanan dokter keluarga. Program ini fokus pada masyarakat kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas, hingga pasien dengan keterbatasan mobilitas.
Program Inovasi Gus Bupati
Pendiri Rumah Aspirasi Jekalesa, Nurul Rachmawati MS, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) yang terus menghadirkan inovasi pelayanan publik di bidang kesehatan.
“Saya mengapresiasi komitmen Gus Fawait yang terus mendorong pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat. Setelah UHC Prioritas, kini hadir Home Care. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya memikirkan pembiayaan kesehatan, tetapi juga bagaimana masyarakat benar-benar dapat mengakses layanan tersebut,” ujar Nurul.
Menurut Nurul, selama ini masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan bukan karena tidak ingin berobat, melainkan karena keterbatasan fisik, usia, kondisi ekonomi, maupun akses transportasi.
“Masih banyak lansia yang hidup sendiri, penyandang disabilitas, maupun pasien penyakit kronis yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan. Dalam kondisi seperti itu, negara tidak bisa hanya menunggu. Negara harus hadir. Dan Home Care menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.
Nurul menilai konsep dokter keluarga dalam program ini merupakan bentuk perubahan paradigma pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan tidak lagi hanya menunggu pasien datang, tetapi aktif mendatangi warga, melakukan pemeriksaan, pemantauan, edukasi, hingga pendampingan secara berkelanjutan.
Menurutnya, publik yang kini berharap sistem kesehatan yang lebih manusiawi sangat membutuhkan pendekatan seperti ini.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas bukan hanya menyembuhkan orang sakit, tetapi juga memastikan tidak ada warga yang kehilangan haknya karena terkendala jarak, biaya transportasi, atau kondisi fisik. Home Care menghadirkan rasa aman bahwa pemerintah benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan.”
Berharap Bukan Program Musiman
Nurul berharap program ini dapat berjalan secara konsisten dengan dukungan tenaga kesehatan yang memadai, sistem layanan yang cepat, serta koordinasi yang baik antara rumah sakit, puskesmas, pemerintah desa, hingga kader kesehatan di tingkat lingkungan.
“Program ini akan menjadi warisan kebijakan yang sangat baik untuk terus berlanjut. Saya berharap seluruh perangkat daerah dapat mendukung penuh sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sampai ke pelosok desa.”
Bagi Nurul, pembangunan kesehatan sejatinya bukan hanya menghadirkan layanan gratis, tetapi memastikan pelayanan itu benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan. Dengan Home Care, pelayanan kesehatan tidak lagi berhenti di ruang praktik atau gedung rumah sakit, melainkan hadir hingga ke depan pintu rumah masyarakat.
Itulah esensi pelayanan publik yang sesungguhnya: negara tidak menunggu rakyat datang, tetapi mendatangi rakyat yang membutuhkan.





