DPC Srikandi Jember Dorong Swasembada Beras Nasional Berdampak pada Petani Jember

JEMBER — Ketua Bidang Pertanian DPC Srikandi Jember, Nurul Rachmawati MS, menyampaikan apresiasi terhadap capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Apresiasi tersebut disampaikan saat ditemui di sela kegiatan menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Alun-Alun Jember, Senin (17/8/2026).

Nurul menilai capaian swasembada beras menjadi salah satu kabar baik bagi sektor pertanian Indonesia. Dalam Sidang Tahunan MPR RI pada Agustus 2026, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras. Capaian seiring dengan kondisi stok beras nasional di Bulog yang tercatat sekitar 5,2 juta ton pada Agustus 2026.

“Ini tentu menjadi kabar yang patut kita apresiasi. Swasembada beras bukan hanya soal kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa sektor pertanian kita memiliki kapasitas produksi yang semakin kuat,” ujar Nurul.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah juga menyampaikan rencana ekspor beras sebagai bagian dari capaian sektor pangan nasional.

Selain beras, pemerintah juga mencatat sejumlah komoditas yang telah mencapai kondisi swasembada, antara lain jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Namun, Nurul berharap keberhasilan swasembada pangan juga berdampak menjadi peningkatan kesejahteraan petani di tingkat daerah.

“Produksi harus meningkat, tetapi kesejahteraan petani juga harus ikut meningkat. Jangan sampai kita berbicara tentang swasembada secara nasional, tetapi petani di daerah masih menghadapi persoalan harga, akses pasar, biaya produksi, teknologi, dan permodalan,” katanya.

Mendorong Kontribusi Pertanian Jember

Nurul mengatakan, DPC Srikandi Jember akan mendorong kolaborasi lintas organisasi dan kelompok masyarakat untuk memperkuat kontribusi sektor pertanian Jember terhadap ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi tersebut salah satunya akan dilakukan bersama Koperasi Produsen Jasmine Maju Sejahtera dan Rumah Aspirasi Rakyat Jekalesa melalui berbagai program pemberdayaan dan penguatan ekonomi pertanian.

Menurut Nurul, Jember memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam penguatan pangan nasional karena memiliki basis pertanian yang kuat serta sumber daya petani yang besar.

“Kita ingin capaian swasembada nasional ini menjadi momentum bagi Jember untuk bergerak lebih serius. Tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membangun ekosistem dari produksi, pengolahan, distribusi sampai pemasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, koperasi dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk memperpendek rantai distribusi dan memperkuat posisi petani. Sementara Rumah Aspirasi Rakyat Jekalesa dapat menjadi ruang untuk menghubungkan aspirasi petani dengan program pemberdayaan dan kolaborasi lintas sektor.

“Pertanian tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, koperasi, kelompok tani, pelaku usaha, organisasi perempuan, perguruan tinggi dan masyarakat harus duduk bersama. Kalau semua bergerak dalam satu ekosistem, Jember tidak hanya menjadi daerah penghasil pangan, tetapi juga bisa menjadi daerah yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petaninya,” tegas Nurul.

Ia berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

“Petani harus menjadi bagian dari keberhasilan swasembada. Ketika Indonesia mampu berswasembada, maka petani Jember juga harus merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (timms)

Jelbuk · Kalisat · Ledokombo · Sukowono · Sumberjambe — Lima kecamatan yang saling terhubung dalam satu kawasan, satu harapan, satu perjuangan.

“Berpolitik suka cita, semua karena cinta.”

Kontak


© 2026 nuruljekalesa.id — Nurul Rachmawati MS.
Seluruh hak cipta dilindungi