Petani di Jepang Manfaatkan Koperasi Untuk Menjaga Kestabilan Harga Panen

JEPANG – Tak hanya di Indonesia, Jepang juga menggunakan sistem koperasi. Lina Rokayah, wanita asal Garut Jawa Barat yang tinggal di Jepang menyampaikan, petani di Jepang sudah lama mengandalkan koperasi. Koperasi membantu para petani mendapatkan harga panen yang baik.

Lina melanjutkan, koperasi pertanian di Jepang dikenal dengan nama ‘Japan Agriculture’ atau JA.

“Kalau di Indonesia mayoritas menjualnya ke tengkulak gitu ya. Bagaimana kalau di Jepang saat panen raya gitu ya untuk menjaga kestabilan harga? Nah di Jepang itu pemasarannya (hasil pertanian) itu banyaknya ke koperasi atau disebut JA – Japan Agriculture. Nah JA ini membantu memasarkan hasil panen para petani di Jepang,” kata Lina, dikutip dari akun threads @tehrina23.

Ketika panen, petani di Jepang langsung menyetorkan ke koperasi, kemudian JA akan menyalurkan ke berbagai daerah.

“Saya salut dengan JA, berkat koperasi itu fluktuasi harganya itu landai, jadi kalau pas rendah itu tidak rendah banget, pas tinggi ya tidak tinggi amat,” lanjut Lina.

Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi  ketika jumlah hasil pertanian membanjiri pasar. Subsidi itu membuat harga panen bisa stabil.

Menurut Lina, koperasi JA sudah memiliki akar pemasaran yang kuat di Jepang. Selain itu, koperasi JA juga menyajikan sistem informasi yang lengkap kepada para petani.

“Tidak semua tanam tomat, ada yang di bagian sana itu tanam cabe, dan seterusnya. Itu semua berkat sistem informasi dari JA,” jelas Lina.

Manfaatkan Teknologi

JA menyajikan sistem informasi secara komprehensif, baik dari sisi permintaan dan juga persediaan barang.

“Jadi misal ya, selanjutnya tolong si A tanam kentang ya, kemudian bilang ke si B tolong tanam cabe ya, gitu. Jadi koperasi JA ini sudah memiliki informasi lengkap, baik dari karakteristik masing-masing petani berdasarkan lokasi kebun, keadaan cuaca, dan luas lahan. Sehingga mengawinkan saja datanya antara karakteristik petani yang ada dengan permintaan pelanggan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Lina Rokayah merupakan wanita asal Garut, Jawa Barat yang menikah dengan pria Jepang. Dia ikut tinggal di Jepang, membantu suaminya yang sehari-harinya bekerja sebagai petani sayuran di pedesaan. (timms)

Jelbuk · Kalisat · Ledokombo · Sukowono · Sumberjambe — Lima kecamatan yang saling terhubung dalam satu kawasan, satu harapan, satu perjuangan.

“Berpolitik suka cita, semua karena cinta.”

Kontak


© 2026 nuruljekalesa.id — Nurul Rachmawati MS.
Seluruh hak cipta dilindungi