JEMBER – Jember kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu pusat industri kreatif Indonesia melalui penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026. Mengusung tema HEAL (Humanity, Earth, and Life), perhelatan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026.
Tahun ini, JFC mengangkat pesan tentang kemanusiaan, kepedulian terhadap bumi, dan keberlanjutan kehidupan. Sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, JFC kembali mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata karena eksistansinya yang mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan, JFC menghadirkan berbagai agenda utama. Mulai dari World Kids Carnival x Pets Carnival, Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI), Artwear Carnival, hingga Grand Carnival sebagai puncak acara. Melalui delapan defile yang mengangkat perjalanan “Dewi Bumi”, ribuan peserta menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam melalui karya fesyen yang kreatif dan inovatif.
Bertabur Bintang dan Figur Nasional

Antusiasme terhadap JFC juga terlihat dari kehadiran berbagai tokoh nasional. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati, Konjen Jepang di Surabaya Takonai Susumu, penyanyi Kris Dayanti, Bubah Alfian, Ingrid Widjanarko, jajaran Puteri Indonesia 2026, hingga sejumlah kepala daerah turut memeriahkan rangkaian kegiatan JFC 2026.
Sebelumnya, aktris senior Christine Hakim hadir sebagai tamu kehormatan dalam Red Carpet Jember Fashion Carnaval 2026 yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (24/7). Kehadiran peraih Piala Citra tersebut menjadi salah satu magnet perhatian publik pada malam pembukaan rangkaian JFC. Dalam kunjungannya di Jember, Christine juga berkesempatan menyaksikan langsung penyelenggaraan JFC untuk pertama kalinya. Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam baginya.
“Luar biasa. Saya baru pertama kali menyaksikan langsung JFC dan benar-benar terkesan. Energi serta kreativitas anak-anak muda Jember ini beyond your imagination. Kota seperti Jember bisa melahirkan karya yang spektakuler,” ujar Christine Hakim. Ia berharap semangat kreatif yang ditunjukkan generasi muda Jember dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Pendiri Rumah Aspirasi Jekalesa Nurul Rachmawati MS juga hadir sebagai undangan dalam rangkaian Jember Fashion Carnaval 2026. Menurutnya, JFC telah berkembang jauh melampaui sebuah agenda tahunan. Karnaval yang dirintis almarhum Dynand Fariz itu kini menjadi identitas Kabupaten Jember sekaligus bukti bahwa semangat berkarya masyarakatnya tidak pernah padam.
“Saya selalu kagum melihat JFC. Kreativitas masyarakat Jember tidak pernah mati. Dari tahun ke tahun justru terus berkembang dan mampu menghadirkan karya-karya yang semakin berkelas. JFC membuktikan bahwa dari Jember lahir kreativitas yang mampu menginspirasi Indonesia bahkan dunia,” ujar Nurul.
Kreatifitas Tanpa Henti
Menurut Nurul, keberhasilan JFC tidak hanya tercermin dari megahnya parade kostum atau banyaknya tamu kehormatan yang hadir. Lebih dari itu, JFC telah menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Setiap penyelenggaraan JFC selalu berdampak langsung pada meningkatnya okupansi hotel, usaha kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM dan industri kreatif lokal. Efek berganda inilah yang menjadikan JFC sebagai contoh nyata bagaimana ekonomi kreatif dapat menjadi fondasi pembangunan daerah.

Ia juga mengapresiasi komitmen seluruh pihak yang terus menjaga keberlangsungan JFC hingga memasuki penyelenggaraan ke-24. Menurutnya, konsistensi tersebut menjadi modal penting agar masyarakat tetap mengenal Jember sebagai kota kreatif yang mampu melahirkan karya-karya berkelas internasional.
“Kreativitas adalah aset yang tidak boleh berhenti dirawat. Selama anak-anak muda Jember terus diberi ruang untuk berkarya, saya yakin Jember akan selalu memiliki alasan untuk dikunjungi dan dikagumi. JFC adalah bukti bahwa kreativitas masyarakat Jember tidak pernah mati, bahkan terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dan kebanggaan daerah,” pungkas Nurul. (timms)





