JEMBER – Pemilu 2024 memberikan satu pelajaran penting bagi Partai Golkar Jember. Keterwakilan perempuan dalam kontestasi politik memang terus bergerak maju, namun ruang untuk bertumbuh masih terbuka sangat lebar. Tantangan menuju Pemilu 2029 bukan lagi sekadar memenuhi kuota pencalonan, melainkan memastikan semakin banyak perempuan tampil sebagai pemimpin untuk masyarakat.
Membaca Data Pemilu 2024
Data Partai Golkar Jember menunjukkan bahwa pada Pemilu Legislatif 2024 terdapat 50 calon anggota DPRD Kabupaten Jember, terdiri atas 38 laki-laki (76 persen) dan 12 perempuan (24 persen). Sementara pada pemilihan DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil Jatim V, Golkar mengusung 11 calon, dengan komposisi 7 laki-laki (64 persen) dan 4 perempuan (36 persen). Adapun untuk DPR RI, terdapat 8 calon, terdiri atas 6 laki-laki (75 persen) dan 2 perempuan (25 persen).
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa perempuan telah menjadi bagian penting dalam strategi politik Partai Golkar. Bahkan di tingkat DPRD Provinsi, keterwakilan perempuan sudah melampaui batas minimal 30 persen yang selama ini menjadi acuan dalam pencalonan legislatif. Namun, angka-angka tersebut juga mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai.
Meningkatkan partisipasi perempuan bukan sekadar soal jumlah kandidat. Yang jauh lebih penting adalah memperluas kesempatan perempuan untuk tumbuh sebagai kader, memimpin organisasi, membangun jejaring sosial, hingga memperoleh kepercayaan masyarakat sebelum masa kampanye.
Politik hari ini membutuhkan perspektif yang semakin beragam. Perempuan hadir membawa pengalaman, pendekatan, dan sensitivitas yang sering kali menjadi jawaban atas persoalan keluarga, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga perlindungan kelompok rentan. Karena itu, semakin banyak perempuan yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan, semakin lengkap pula wajah demokrasi kita hari ini.
Regenerasi Kader
Persiapan menuju Pemilu 2029 menjadi momentum untuk melakukan regenerasi secara lebih serius. Konsolidasi organisasi yang saat ini berjalan hingga tingkat kecamatan harus menjadi ruang lahirnya kader-kader perempuan baru. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi calon legislatif, tetapi juga menjadi pemimpin masyarakat yang telah dikenal karena kerja-kerjanya.
Sekretaris PD KPPG Kabupaten Jember, Nurul Rachmawati MS, menilai bahwa peningkatan partisipasi perempuan harus dimulai dari proses kaderisasi yang berkelanjutan.
“Perempuan jangan hanya hadir ketika pemilu sudah dekat. Mereka harus tumbuh bersama masyarakat, mendengar kebutuhan warga, ikut menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitarnya, dan membangun kepercayaan sejak sekarang. Politik bukan tentang lima tahun sekali, tetapi tentang pengabdian yang dilakukan setiap hari.”
Menurut Nurul, KPPG memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan lebih banyak perempuan yang siap memimpin.
“Harapan kami pada Pemilu 2029 nanti semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran. Bukan sekadar memenuhi kuota administrasi, tetapi benar-benar hadir sebagai kader berkualitas yang memiliki kapasitas, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat. Ketika perempuan diberi ruang untuk berkembang, saya yakin kualitas demokrasi juga akan ikut meningkat.”
Ia menegaskan bahwa konsolidasi yang sedang dilakukan Partai Golkar di seluruh wilayah Jember menjadi kesempatan untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi kader perempuan.
“Golkar memiliki tradisi kaderisasi yang kuat. Tugas kita sekarang adalah memastikan semakin banyak perempuan mengambil bagian dalam proses itu. Semakin banyak perempuan yang terlibat, semakin kuat pula partai ini dalam menghadirkan kebijakan yang benar-benar mewakili kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (timms)





