NEW YORK – Pemerintah Kota New York, Amerika Serikat (AS) akan membangun New York City Groceries atau NYC Groceries, swalayan berjaringan milik pemerintah.
Swalayan berjaringan ini mengadopsi konsep koperasi dengan memadukan kepemilikan aset pemerintah daerah dengan manajemen ritel swasta melalui pola kemitraan publik-swasta.
NYC merancang dan menerapkan skema operasional terintegrasi guna memangkas harga di tingkat konsumen.
Walikota New York, Zohran Mamdani mengaku telah mengalokasikan anggaran sebesar USD70 juta atau Rp.1,2 triliun untuk memberikan subsidi.
Dia menargetkan seluruh keluarga dapat menghemat USD90 perbulan dengan berbelanja di swalayan NYC Groceries. Dalam setahun, pemerintah setempat memproyeksikan penghematan sekitar USD1.000 untuk setiap rumah tangga.
Kebijakan ini diambil di tengah lonjakan harga pangan di AS. Pemerintah Kota New York mencatat harga bahan makanan secara nasional telah meningkat sekitar 33% sejak 2019.
Sementara itu, hampir 80% warga New York mengaku khawatir terhadap kenaikan harga pangan. Lebih dari 40% keluarga di kota tersebut mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari.
Untuk menjaga ketersediaan stok produk murah , pemerintah setempat juga akan memproduksi meerk dagang internal mandiri bernama ‘NYC Groceries’.
Mamdani menyampaikan, pihaknya telah membangun lima supermarket municipal di lima wilayah New York. Lima supermaket ini tidak hanya menjual berbagai kebutuhan pokok saja tetapi juga memberikan diskon tetap 30%. Program ini mencakup seluruh produk buah dan sayuran segar, daging, makanan laut, susu, telur, hingga sekitar 20 kategori bahan pangan pokok lainnya.
“Pemerintah menjamin potongan harga 30% untuk bahan pangan paling penting bagi keluarga, termasuk telur, susu, ayam, serta buah dan sayuran segar,” kata Mamdani pada Senin 27 Juli 2026, dalam keterangannya di website resmi Pemerintah Kota New York.
Sumber referensi dan foto: www.nyc.gov





