JEMBER – Pegiat UMKM dan Koperasi, Nurul Rachmawati MS mengajak masyarakat untuk menjadi mitra koperasi jasmine maju sejahtera (Koperasi JMS) yang berkantor pusat di Desa Sukowono, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember.
Menurutnya, aktivitas berkoperasi merupakan investasi sosial dan ekonomi yang cerdas, untuk masa depan keluarga.
Koperasi tidak hanya mengamankan dapur tetap ‘ngebul’ saat krisis, tetapi juga mendidik keluarga agar mandiri secara finansial.
“Koperasi JMS terbuka bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember, khususnya di sekitar Sukowono, mari bermitra dengan Koperasi JMS, ada banyak program untuk menunjang usaha bapak dan ibu di sini, agar bisa mengakses pasar yang lebih besar. Mari tingkatkan ekonomi keluarga kita melalui koperasi,” ujar Nurul pada Selasa, 7 Juli 2026.
Lebih lanjut, Nurul membeberkan beberapa program Koperasi JMS yang telah berjalan, di antaranya Petani Sayur Jekalesa, serta UMKM Jekalesa Berdaya.
“Koperasi itu semangatnya gotong royong, nakji nakbeh kata orang Malang, enak siji enak kabeh. Untuk para pelaku usaha yang bermitra dengan koperasi JMS, nanti kita bedah masing-masing bisnis anggota, peluangnya apa, tantangannya apa, kekuatannya apa, kelemahannya apa, solusinya bagaimana. Kita lakukan pemetaan terlebih dahulu agar langkahnya tepat sasaran,” lanjut Nurul.
Nurul menyontohkan, seperti Desa Dawuhanmangli di Kecamatan Sukowono yang terkenal sebagai produsen sangkar burung.
“Seperti di Dawuhan Mangli, kampung sangkar burung, produk ini bisa di ekspor, peminatnya negara mana? Ada Malaysia, Singapura, Taiwan dan Brunei. Bagaimana agar bisa menjangkau pasar luar negeri untuk perluasan pasar? Salah satunya melalui koperasi,” paparnya.
Untuk diketahui, di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, kegiatan UMKM berkembang pesat, terutama berbasis pada pemanfaatan potensi agraris serta keterampilan lokal masyarakat.
Seperti Desa Dawuhanmangli yang terkenal dengan sangkar burung, Desa Sukokerto penghasil regginang, Desa Mojogemi penghasil beragam olahan singkong.





