JEMBER – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Rumah Aspirasi Rakyat Jekalesa pada Selasa malam (14/07/2026). Usai salat Isya, puluhan tamu undangan memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan santunan anak yatim dan kaum dhuafa yang digelar dalam rangka memperingati bulan Muharam 1448 Hijriah.
Meski telah melewati tanggal 1 Muharam, semangat memaknai bulan yang penuh keberkahan itu tetap terasa. Rumah Aspirasi Rakyat Jekalesa memilih menghadirkan momentum berbagi sebagai wujud rasa syukur sekaligus kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Undangan Tokoh Golkar
Acara ini mengundang perwakilan Pimpinan Kecamatan (PK) dan Pimpinan Desa (PD) Partai Golkar Jember dari lima kecamatan di wilayah Jekalesa. Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Jember Fraksi Golkar, yakni HM Holil Asyari, Nilaam Noor FW dan Suciati.
Sejumlah tokoh senior Partai Golkar Kabupaten Jember juga turut hadir seperti Sudjatmiko. Meski pun tidak bisa hadir, Ketua DPD Partai Golkar Jember, Karimullah Dahrudjiadi ikut memberikan sumbangan santunan.
Grup Hadrah Jekalesa membuka acara dengan lantunan-lantunan selawat. Irama rebana yang menggema menciptakan suasana religius dan mengiringi kedatangan para tamu undangan. Setelah pembukaan dan sambutan-sambutan, acara berlanjut ke sesi penyerahan santunan kepada sekitar 20 anak yatim dan kaum dhuafa.
Momen Menginspirasi
Pendiri sekaligus Pembina Rumah Aspirasi Rakyat Jekalesa Nurul Rachmawati MS, menyerahkan langsung santunan berupa bingkisan dan uang kepada satu per satu penerima manfaat. Momen haru sekaligus menginspirasi terjadi ketika seorang petani asal Desa Pocangan, Budi Hartono, tiba-tiba maju ke depan dan menyampaikan niatnya untuk ikut berbagi.
Aksi spontan tersebut langsung mendapat apresiasi dari seluruh hadirin. Kehadiran Budi menjadi bukti bahwa semangat berbagi mampu menggerakkan siapa saja, tanpa memandang profesi maupun latar belakang.
Dalam sambutannya, Nurul Rachmawati MS, menyampaikan bahwa santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa tidak akan berhenti pada kegiatan kali ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin yang terus berlanjut.
“Kami ingin Rumah Aspirasi Rakyat Jekalesa tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi, tetapi juga menjadi rumah untuk berbagi. Insyaallah kegiatan santunan seperti ini akan kami laksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ujar Nurul.
Nurul juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Muharam sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, nilai kebersamaan dan gotong royong harus terus dirawat agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
Dua Mubaligh Satu Acara
Rangkaian tausiyah menghadirkan dua mubaligh dengan pesan yang saling melengkapi. Penceramah pertama, Dr. H. Makmuri Pujakesuma, mengajak seluruh hadirin untuk mempersiapkan masa depan generasi Indonesia melalui penguatan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai-nilai Islam.
“Anak-anak Indonesia harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berakhlak. Ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan ilmu agama karena keduanya menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa,” pesannya.
Tausiyah kemudian dilanjutkan oleh H. Moch. Holil Asyari atau yang akrab disapa Ra Holil, anggota DPRD Kabupaten Jember. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat memaknai bulan Muharam bukan hanya sebagai pergantian tahun Hijriah, tetapi juga sebagai momentum memperkuat semangat berbagi kepada sesama.
Menurutnya, berbagi tidak selalu harus menunggu berkecukupan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan dengan keikhlasan akan menjadi amal yang bernilai di hadapan Allah SWT.
“Muharam mengajarkan kita untuk memperbanyak amal kebaikan. Ketika Allah memberi rezeki, jangan ragu untuk berbagi karena di dalam harta yang kita miliki terdapat hak saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap Ra Holil. (timms)





